Sebagai sebuah keluarga, kami telah membangun tradisi liburan bersama. Tahun 2011 kami merayakan liburan Natal di Kuala Lumpur. Dan tahun ini kami kembali menjalani liburan keluarga di Singapura. Yang namanya liburan ya liburan, tidak ada yabg berbau pelayanan. Awalnya tidak mudah namun lama lama jadi terbiasa. Saya sangat perlu sekali pergi bersama mereka dan untuk mereka.

Hal yang paling mengesankan pada liburan kali ini bukan menyaksikan gemerlapnya lampu dan hiasan natal di Orchard Road, bukan juga wisata kuliner di restauran atau Kopitiam. Timy mungkin sangat terkesan dengan mainan lego yang baru karena dia adalah legomaniac. Sedangkan istri dan kedua putri saya terpesona dengan diskon 50-70 persen hingga terbujuk belanja sampai habis habisan. Istilah asingnya adalah “shop till you drop, buy till you die, spend to the end” Pokoknya tiap hari ada saja shopping mall yang dikunjungi sampai kaki gempor.

Buat saya pribadi yang paling mengesankan adalah saat saya bisa memeluk anak anak dan berdoa pada malam pergantian tahun baru. Setelah menyaksikan pertunjukan kembang api yang memukau hati, disertai hingar bingar musik pesta tahun baru, kami sempat menunduk saling berpelukan dan berdoa di Marina Bay. Tidak peduli berapa tatapan mata atau lalu lalang wisatawan yang melewati kami. Yang penting malam itu tepat jam 12.15 pagi, kamu telah menutup tahun 2012 dengan syukur dan membuka dalam doa. Akupun memberkati setiap anakku dengan menyebut nama mereka masing masing. Mirip Yakub Bin Ishak yang mendokakan dan memberkati ke duabelas keturunannya.

Kesempatan seperti itu sangat mahal dan berharga. Karena kebersamaan itu punya nilai yang luar biasa pada memori anak anak kita. Suatu saat ketika mereka telah menjadi dewasa dan menjadi orang tua, semoga mereka tidak lupa bahwa keluarga adalah aset yang paling berharga dalan hidup ini. Kalau tidak percaya tanyakanlah pada hamba Tuhan yang sangat terkenal dari Hillsong.

Saat saya diundang makan malam di rumahnya, saya melihat tulisan yang besar di ruang tamunya “Faith, Family and Friends.” Itulah rumah Darlen dan Mark yang berada di Seven Hill. Bagi mereka iman sahabat dan keluarga merupakan aset hidup yang perlu dijaga. Saya belajar dari mereka. Kapan terakhir kali Anda berdoa dan memberkati anak anak Anda? Lalukanlah sekarang juga

Keluarga adalah aset kehidupan yang paling berharga. Jangan pernah mengorbankan mereka hanya demi popularitas, kedudukan atau kekayaan.”

Tinggalkan Balasan