TUHAN TURUT BEKERJA
Hanya orang yang mengasihi Allah yang diberi kemudahan untuk memahami apa yang telah terjadi. Itulah sebabnya rasul Paulus menulis “yang kukehendaki adalah mengenal Dia” Saat kita bergaul dengan Allah, kita akan belajar memiliki pikiran dan perasaan Allah. Dengan mengenal dan memahami firman-Nya, kita sedang memperlengkapi diri dengan lensa kehidupan yang benar. Lensa itulah yang akan dipakai untuk menterjemahkan setiap kenyataan.

Mattew Henry pernah menulis setelah dirampok “Tuhan aku bersyukur karena aku baru sekali dirampok. Aku juga bersyukur karena yang diambil adalah hartaku bukan nyawaku. Aku juga sangat bersyukur karena bukan aku yang merampok, tetapi yang dirampok.” Orang yang dekat dengan Tuhan akan selalu dimampukan untuk meresponi setiap kejadian dalam hidup dengan perspektif ilahi. Bukan dengan cara pandang duniawi atau perspektif kedagingan.

Betapa indahnya jika setiap kenyataan hidup bisa diterjemahkan sebagai ujian yang akan menaikan kedewasaan dan menyempurnakan iman. Kenaikan kelas selalu diawali dengan ujian, demikian juga dengan kehidupan ini. Jika ingin menjadi cepat matang atau dewasa dalam kerohanian, sambutlah setiap ujian kehidupan dengan menggunakan kebenaran firman. Hasilnya pasti memuaskan dan membahagiakan.

Hanya orang yang mengasihi Allah yang bisa melihat setiap ujian sebagai lahan pemurnian iman. Bukankah tujuan akhir dari setiap ujian adalah untuk kebaikan kita? Maka sambutlah setiap pergumulan dan kesulitan dengan lapang dada dan ketabahan. Maka hasilnya adalah hikmat Tuhan yang mahal harganya.

Tinggalkan Balasan