Rencana Allah untuk hidup ini sudah jelas tertulis dasabda-Nya. “Menjadi garam dan terang” adalah panggilan hidup buat setiap orang percaya. Ketidak mempuan kita ‘memahami Firman itulah yang menjadi masalah utamanya. Disinilah diperlukan “Roh hikmat dan pewahyuan” yang akan membuka mata hati kita sehingga bisa melihat pengharapan yang terkandung dalam panggilan-Nya serta mengenal kasih dan kuasa-Nya yang luar biasa.

Bagamaina mungkin bisa memahami rencana Allah jika tidak pernah berbicara dengan Dia. Bagaimana bisa mengerti panggilan-Nya jika tidak pernah membaca Sabda-Nya. Jika anda ingin tahu untuk apa meja diciptkan? Tanyalah pada tukang kayu yang telah membuatnya. Jika manusia ingin mengetahui apa tujuan hidupnya, ia harus bertanya pada sang Pencipta.

Seorang pengusaha datang ke kantor saya hanya untuk menanyakan satu hal, “saya punya segalanya dalam hidup, namun saya kehilangan tujuan hidup”. Secara materi sangat berkelimpahan, namun ia kehilangan makna kehidupan. Itu sama saja dengan sebuah kapal pesiar yang sangat mewah namun tidak pernah berlabuh. Kapal dibuat untuk mengarungi lautan, bukan hanya menjadi tontonan atau pajangan.

Demikianlah juga dengan hidup ini. Untuk apa Ia memberikan segala talenta, kesempatan dan keberhasilan? Supaya kita bisa menjadi alat kemuliaan-Nya. Hidup ini baru bisa dibilang hidup saat kita bisa menjalani tugas, amanah atau panggilan Sang Pemberi Kehidupan. Berbahagialah mereka yang telah menemukan tujuan hidup dan panggilan hidupnya.

Tinggalkan Balasan