Minggu tobat Senen kumat, itulah sebutan orang kristen ‘tomat’. Pergi ibadah dengan muka ‘malaikat’ pulang ke rumah dengan pikiran jahat. Mengapa ada yang rajin ke gereja, gemar berdoa tetapi prilaku masih sama saja? Tiap hari membaca renungan, namun hidup jadi batu sandungan. Jika dibiarkan, nasib kekristenan akan mengalami kemandegan.


Masih ingat kisah ‘model’ yang ada di lukisan Perjamuan Kudus karya Leonardo DaVinci? Pemuda yang wajahnya jadi model Yesus setelah beberapa tahun menjadi model wajah Yudas. “Minggu seperti Yesus, Senen seperti Yudas. Inilah persoalan kristen tanpa pertobatan atau kristen tanoa pemuridan alias kristen KTP.


Semua prilaku selalu minta restu pikiran. Jika di dalam pikiran masih ada konsep yang salah, kelakuan jadi ikut salah. Jika selama ini dicekoki dengan pikiran ‘selingkuh is ok’ dengan mudah anda akan mengkhianati pasangan. Orang terbiasa bohong karena dipikiran ada keyakinan ‘bohong itu hallal’.

Selama ‘kesalahan yang dibenarkan tidak digantikan’ kebenaran yang baru dirunungkan tidak akan berdaya mengubah kelakuan.
Disinilah pentingnya ikut pemuridan. Seni mengubah mindset yang salah dengan yang benar itulah proses pemuridan. Rajin ibadah tetapi tidak pernah mengganti yang salah akan membuat kita jadi ‘Kristen Tomat’.

Untuk itu gereja Tuhan jangan dibangun diatas kebaktian saja, tetapi harus ada kelompok kelompok pemuridan. Ingat pesan Yesus ‘pergi dan jadilanlah mereka murid, bukan pergi dan jadikan mereka kristen’. Mau jadi murid atau kristen tomat?

Berbahagilah mereka yang gemar membaca firman Allah dan senang melakukannya. Kualitas hidup kita sangat ditentukan oleh ketaatan kita membaca dan mempraktekan Firman Tuhan. Seorang murid adalah seorang pembelajar kebenaran. Hiduplah dalam firman-Nya, maka orang akan tahu bahw kita adalah murid murid-Nya

Tinggalkan Balasan