Secara tidak sengaja aku bertemu dengan Robert. Kami makan ‘King Burger’ satu meja di Hong Kong Airport. Tanpa menunggu lama kami berdua terlibat percakapan antar pria. Sambil bercerita, pria asal New York ini langsung curhat masalah pergumulan hidupnya.

Ia terbang 24 jam dari New York menuju kota Manila demi satu wanita. Robert ingin segera menemui Lydia, wanita yang digadang gadang akan menjadi teman hidupnya. Dari mana ia bisa mengenal Lydia? Dari mata turun ke hati, berawal dari facebook turun ke lubuk hatinya. Robert sudah berumur 55 tahun dan masih berburu teman hidup lantaran tiga kali pernikahannya kandas dalam perceraian. Maka akupun to the point “what made you divore three times”. Jawabannya bikin telingaku merah “all my wives did not understand me, I am an artist, I live my feeling”. Inilah biangnya perceraian.

Kehidupan pernikahan tidak bisa disetir oleh perasaan atau penglihatan. Cinta itu keputusan kehendak, bukan feeling. Jika pernikahan dikendalikan oleh perasaan, hancurlah hubungan saat ‘bad mood’ datang. Akupun bilang pada Robert, ‘jika Anda masih salah paham tentang cinta, pernikahan Anda yang ke seratus juga akan berakhir dalam perpisahan.

Cinta adalah pilihan kehendak yang melibatkan komitmen ‘walaupun’. Walaupun kamu sudah menyakitkan aku, cintaku tetap untukmu, meskipun engkau sudah keriput dan botak, aku tetap menyayangimu”.

Benarlah kata seorang pakar, kehancuran pernikahan bukan karena masalah duit, pihak ketiga, seks atau masalah iman. Kebanyakan pernikahan berakhir dengan perceraian karena kurangnya pengetahuan. Lack of knowlede itulah biangnya kehancuran. Untuk itu setiap pasangan harus selalu mengasah pemahaman, mendalami pengetahuan tentang cinta dan pernikahan. Dalam hal ini gereja yang paling bertanggung jawab dalam memperlengkapi dan mempersiapan pasangan pasangan muda menuju pernikahan yang diberkati.

Satu pemikiran pada “TIGA KALI BERCERAI

  1. Saya 2 cerai, setiap saya menikah, saya mmpunyai anak, dipernikahan pertama, saya tdk mau cerai dan kedua pun begitu, tetapi suamiku yg meninggalkan aku dn menelantarkan anak2,ku, aku bertanya kepd Tuhan apakh ni takdir saya? Dua kali menikah 2kl ditinggal suami, bukan karena berantam atau kurang servis dirumh melain gara2 pihak ke3 , karena 2 kl menikah sell pihak ke3 yg berkuasa atas rumhtangga ku dan dibarengan suami tdk berkotmen didlm rumhtangga,mohon doa ny terimaksh

Tinggalkan Balasan