Tidak banyak yang tahu bahwa arti kata ‘kuatir’ itu sebenarnya ‘to choke’ atau ‘mencekik. Makanya jangan kaget jika rasa kuatir itu bisa membunuh manusia. Orang bilang saat anda membiarkan kuatir menginap dalam hati, anda akan kesulitan tidur. Ujung-ujungnya badan lemas dan mudah masuk angin. Bukan karena kenyakan memasukan angin tetapi karena kekebalan tubuh menurun akibat stress.

Guru Agung kita pernah mengatakan bahwa ‘kuatir tidak akan memparpanjang umur, bahkan cenderung memperpendek umur. Jika dipahami dengan seksama, rasa kuatir lebih banyak merusak atau membawa dampak negatif dalam setiap aspek kehidupan. Mulai dari kesehatan, pernikahan, karir, dan iman. Makanya Kitab Suci berulang ulang mengajarkan kepada kita supaya segera menyerahkan segala kekuatiran kepada Allah.

KUATIR MEMPERBESAR PERSOALAN
‘Barang sepele iso dadi gawe goro goro atimu sumelang’. Saat hati sedang kuatir, masalah kecil terlihat besar. Pergumulan ringan bisa terasa berat. Awalnya hanya melihat satu ekor nyamuk terbang di depan cermin. Tiba tiba nyamuk itu menjadi ‘momok’. Bagaiamana nanti kalau digit nyamuk, lalu terkena demam berdarah. Malam menjadi panjang, hati gelisah dan mata sulit terpejam. Bangun pagi badan lemas dan bawaannya emosi. Padahal hanya melihat seekor nyamuk.

KUATIR BUKAN BAWAAN LAHIR
Tidak ada bayi yang lahir dengan membawa rasa kuatir. Perhatikanlah bayi yang ada di rumah anda. Konon bayi lahir dengan sukacita, makanya bayi bisa tertawa 415 kali dalam sehari. Anda tidak bisa ketawa dan khawatir bersamaan. Hasil penelitian membuktikan setelah umur 45 tahun, rata rata manusia hanya bisa tertawa 15 kali dalam sehari. Pertanyaannya, kemana larinya 400 ketawa? Lenyap ditelan oleh kuatir. Maka jagalah hati anda, jangan sampai dikuasai oleh rasa kuatir, karena kuatir bukan bawaan lahir.

KUATIR ITU MELECEHKAN TUHAN
Ada yang bilang saat anda kuatir, anda sedang menjadi atheis atau melecehkan Tuhan. Bukankah Bapamu di sorga tahu bahwa kamu memerlukan semuanya itu? Jika bunga di padang saja di dandani oleh Allah, apalagi kita. Jika burung pipit saja dipelihara oleh Allah, apa lagi umat-Nya. Saat hati sedang kuatir, kita sedang meragukan kemampuan Allah untuk memelihara kita. “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Tinggalkan Balasan