Apa yang disenangi pasti akan dihargai. Tetapi tidak semua yang dihargai, akan disenangi. Ada seorang wanita yang sangat senang dengan tas cantik bermerek internasional, untuk itu ia rela membayar barang tersebut dengan harga 50 juta. Sebaliknya, ada barang mahal yang namanya Heroin, jenis narkoba itu tidak semua orang menyukainya meskipun mahal harganya. Antara menyenangi dan menghargai adalah dua hal yang berbeda, namun demikian keduanya sangat diperlukan oleh manusia di muka bumi ini.

Mengapa Anda bekerja keras membanting tulang? Mengapa orang berebut kedudukan? Mengapa si Mamat mengumpulkan kekayaan? Untuk apa si Agnes ikut kontes Miss World? Tujuannya hanya satu “supaya mendapat penghargaan”. Lalu apa harapan mereka setelah mendapat penghargaan atau award? Supaya disenangi, dipuja, digandrungi, dan punya banyak fans.

Menurut Abraham Maslow, penghargaan dan penerimaan diri merupakan kebutuhan hakiki setiap insan. Keduanya bisa didapatkan di dalam sebuah keluarga. Orang tualah yang seharusnya memberikan kedua kebutuhan tersebut. Namun sayang terkadang yang namanya penghargaan dan penerimaan itu hilang. Ayah tidak bisa memberi penghargaan kepada anak anaknya, karena dia sendiri sedang mengalami krisis harga diri. Ibu tidak cukup memberikankan kasih sayang karena mengalami defisit penerimaan di masa kecilnya. Jadilah lingkaran setan keluarga bermasalah. Anak yang bemasalah akan menjadi orang tua bermasalah. Orang tua yang bermasalah akan melahirkan anak bermasalah.


Mereka yang haus penghargaan dan penerimaan bisa melakukan apa saja. Demi popularitas, tidak sedikit yang rela menjual diri. Ada pula yang karena kebelet, orang tega mengorbankan pernikahannya, yang penting terkenal. Demi pangkat dan kedudukan tidak sedikit yang telah mengorbankan keyakinan dan berganti agama. Mereka lupa bahwa mendapatkan penghargaan dengan cara yang “tidak berharga,” justru akan menghancurkan masa depan.

Apa gunanya dikagumi semua wanita tetapi hidupnya berakhir dipenjara? Apa artinya menjadi orang ternama jika akhir hidupnya meninggalkan banyak luka? Apa untungnya menjai pejabat tinggi jika prilaku hidupnya diwarnai oleh korupsi dan manipulasi?


Kita berharga bukan karena harta, tahta dan ternama. Kita berharga karena Allah telah menciptakan manusia sebagai ciptaan yang sungguh amat baik. Tahukan Anda bahwa dalam setiap diri manusia mengandung “gambar dan teladan Allah” atau DNA ilahi? Lalu mengapa ada orang yang tidak menghargai dan menyenangi dirinya sehingga menjadi orang yang haus penghargaan dan penerimaan? Karena mereka terlanjur percaya “true lies” yang dibisikan oleh iblis. Anda diciptakan oleh Tuhan yang maha baik, sebagai ciptaan yang sungguh amat baik, itulah sebabnya Anda berhak menerima semua yang terbaik.


Tahukah Anda bahwa setiap manusia sangat berharga di mata Allah. Begitu berharganya umat manusia sehingga Ia rela datang ke dalam dunia dan menjelma menjadi manusia? Ia mengorbankan dirinya karena Anda dan saya? Tidak menghargai diri adalah sebuah bentuk penyangkalan terhadap karya ilahi yang maha sempurna. Tuhan memberikan resep mujarab untuk menjadi orang yang akan disenangi dan dihargai oleh Allah dan manusia. Kembalilah pada kodrat Anda sebagai hamba Allah, dan jadilah orang yang setia dan percaya.

“Hendaklah engkau tetap percaya dan setia kepada Allah dan sesamamu. Ingatlah itu dan simpanlah di dalam hatimu, supaya engkau disenangi dan dihargai oleh Allah dan manusia”

Tinggalkan Balasan