Semoga aku dibebsakan dari pengalaman hidup seperti ini. Bebas dari keserakahan dan tidak gegabah dalam memilih keputusan. Aku tidak ingin memulai dengan arogan dan mengakiri dengan penyesalan. Kasihan sekali aku membaca akhir hidup paman Lot dan istrinya yang tergolong ‘Cewek Matre’.


Belajar dari kisah hidup mereka aku menemukan beberapa kebenaran yang bisa menjadi pembelajaran. Tidak ada salahnya belajar dari kesalahan orang. Supaya kita bisa terhindar dari ‘Jebakan kemewahan, dan menelan pahitnya dosa akibat kesalahan pilihan.

Paman Lot dan keluarganya berani mengorbankan nilai hidup demi gaya hidup. Memilih tinggal di kota Sodom dan Gomora hasil kompromi antara mata dan rasa. Ketika ‘gaya hidup hedonisme, free sex dan ‘semau guwe’ mengantikan nilai nilai kehidupan yang hakiki, bersiaplah menjemput penyesalan, kenacuran dan kebinasaan.


Seorang penafsir bahkan mengatakan bahwa Paman Lot besedia menjadi salah satu pemimpin di negeri yang moralnya kacau balau. Kebobrokan moral penduduk Sodom terlihat saat semua pria memaksa Lot untuk menyerahkan kedua tamunya supaya bisa diperkosa. Inilah bencana moral yang pernah dihadapi oleh nabi Nuh, kini terulang kembali di kota Sodom dan Gomora. Nampaknya lambat atau cepat akan terulang kembali.

Sebuah pelajaran hidup yang perlu disimak oleh setiap orang tua. Jangan pernah mengorbankan nilai hidup demi gaya hidup. Jangan pernah mengorbankan keluarga demi harta atau kekuasaan. Keluarga adalah harta yang paling berharga.

Satu pemikiran pada “PENYESALAN SEORANG ISTRI YANG MATRE

Tinggalkan Balasan