Sukses mengikuti semua yang Daud lakukan. Ia memenangkan semua pertempuran, membunuh setiap raksasa, dan menaklukkan semua bangsa yang memusuhi. Ia bahkan hidup lebih lama dari musuh lamanya, Saul, yang mengejarnya selama bertahun-tahun di semua wilayah Yudea.

Suatu malam, meskipun demikian, kewaspadaannya menurun. Dari atas loteng istananya, matanya menangkap sesosok wanita sedang mandi tanpa cukup tirai untuk menutupi. Daud tidak mengetahui siapa wanita itu, tetapi sosok wanita itu menggodanya, dan dia membayangkan berhubungan seksual dengan wanita itu. Ketika ia mengirimkan utusan kepada wanita itu, dia mendapati bahwa wanita itu adalah istri dari salah satu kapten utama didalam pasukannya. Selanjutnya adalah sejarah.

Beberapa tahun lalu saya sedang menonton tayangan spesial televisi BBC Planet Earth. Episode keempatnya berjudul “Gua- gua,” menampilkan tentang sebuah gua yang dalam di Selandia Baru. Ketika kru kamera sampai di kegelapan dasar gua itu, mereka melihat gemerlapan ribuan cahaya diatas langit-langit gua itu. Cahaya-cahaya yang gemerlapan itu berasal dari kunang-kunang Selandia Baru dan nampak hampir seperti bintang-bintang di langit-langit gua.

Tergantung disetiap cahaya adalah sehelai sutra, sepanjang sekitar empat puluh lima sentimeter, yang dibuat oleh kunang-kunang itu dengan hati-hati dari bahan yang sangat lengket. Dari dasar gua, ngengat-ngengat tertarik kepada cahaya-cahaya gemerlapan dan dengan ingin tahu terbang ke atas untuk meneliti. Apa yang mereka tidak tahu adalah bahwa sutra yang tergantung hampir tidak terlihat didalam kegelapan akan menempel di sayap-sayap mereka ketika mereka menyentuhnya dan mustahil untuk melepaskan diri darinya.

Ketika saya melihat dokumentari itu, saya melihat sebuah sayap salah satu ngengat menempel di benda itu. Sang ngengat terbang melingkar sekali, berusaha membebaskan diri. Tetapi kemudian sayapnya yang lain menempel juga. Kemudian, perut sang ngengat menempel di sutra itu, dan saya dapat melihat dia meronta-ronta tergantung di udara.Lalu sang kunang-kunang mulai menarik sutra itu. Lebih tinggi dan lebih tinggi, menuju mulut kunang-kunang itu, sang ngengat tak tertolong dan tak berdaya terangkat. Akhirnya, saya mendengar gemeratakan ketika sang kunang-kunang perlahan memakan sang ngengat hingga habis.

Tuhan mengatakan kepada saya saat itu: “Itulah yang terjadi kepada para hamba-Ku. Mereka penasaran terhadap sesuatu yang menarik. Mereka meninggalkan keamanan rumah mereka dan mendekati ‘cahaya gemerlapan.’ Mereka tidak sadar tertarik dengan setiap penampakan, setiap tulisan, setiap pertemuan, setiap sentuhan, dan setiap pelukan.”

Amsal 7:22-23 mengatakan, “Maka tiba-tiba orang muda itu mengikuti dia seperti lembu yang dibawa ke pejagalan, dan seperti orang bodoh yang terbelenggu untuk dihukum, sampai anak panah menembus hatinya; seperti burung dengan cepat menuju perangkap, dengan tidak sadar, bahwa hidupnya terancam.”

Rencana Setan adalah untuk “mencuri, membunuh dan menghancurkan” (Yoh. 10:10).

Ia bahkan mengubah ketertarikan kecil menjadi sebuah bencana.

Renungan Oleh:
Pendeta Paulus Wiratno

Tinggalkan Balasan