Dua kata yang dasarnya sama ‘manfaat’, ketika motivasi berbeda bunyinya ikut beda akhirnya. Orang yang senang mendapatkan keuntungan melalui hubungan, tidak segan segan memanfaatkan orang untuk kepentingan. Mirip sekali dengan Yudas Iskariot, motivasi utama mengikut Yesus adalah mendapatkan akses. Dan ketika tahu harapan tidak akan menjadi menyataan, Yudas menjual Yesus dengan 30 keping perak. Yudas tidak mau rugi sama sekali.


Orang yang gemar memanfaatkan biasanya bermuka dua. Di depan terlihat senyum dan bersahabat. Di belakang mulai hitung hitungan. Apa yang saya dapatkan dari dia dan sampai kapan saya masih bisa punya akses untuk mengeruk keuntungan. Ketika batang tebu sudah tidak bisa diperas, akan segera dibuang. Demikian juga saat orang yang tidak bisa dimanfaatkan akan segera ditinggalkan lalu segera mencari mangsa yang berikutnya.


Lalu bagaimana bersikap saat mengetahui ada orang yang sedang memanfaatkan kita? Pertama, bersyukurlah kepada Allah, karena masih bisa bermanfaat. Artinya masih bisa menolong orang untuk mencapai tujuannya. Entah dia sadar atau tidak, yang jelas kita masih ‘berguna’ bagi orang itu.

Kedua, sadarilah bahwa kita juga pernah ditolong oleh orang lain. Karena tidak ada sukses yang diraih sendirian. Ingat baik baik, Tuhan telah memgirim orang untuk menolong kita meraih cita cita dan rencana-Nya. Untuk itu jangan pernah melupakan jasa dan kebaikan mereka.

Ketiga, jika orang itu kemudian ‘menjual’ anda karena seperti Yudas, besikaplah seperti Yesus. “Ya Bapa ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”. Namun jangan segan segan menegurnya karena sikap memanfaatkan bisa berusak persahabatan dan merusak karir serta pelayanan. Jangan sampaj akhir hidupnya penuh penyesalan seperti Yudas Iskariot.


Pdt Jack Hannes pernah menasehati saya. “Jaga hati Paulus, ada orang yang senyum didepan Anda kemudian berbalik dan menertawakan Anda karena sudah mendapatkan yang diinginkannya”.

Berbahagialah yang masih bisa bermanfaat bagi orang lain. Celakalah orang yang sering memanfaatkan orang dan tidak pernah menghargai peran orang lain. Perhatikanlah, sikap hidup menentukan pencapaian hidup. Sikap yang buruk bisa menjadi musuh kehidupan. Belajarlah menjadai orang yang bermanfaat dan jangan suka memanfaatkan. Selamat melaksanakan.

http://www.mercypeduli.com

Tinggalkan Balasan